Apa itu continuous form?
Continuous form adalah kertas komputer bersambung yang tersusun dari lembaran-lembaran terhubung dengan perforasi di kedua sisi. Bagian perforasi ini berfungsi sebagai jalur tarikan (tractor feed) pada printer dot matrix, sehingga kertas dapat bergerak secara presisi saat proses cetak berlangsung.
Setelah dicetak, setiap lembar dapat dipisahkan dengan mudah melalui garis perforasi horizontal. Ciri inilah yang membuat continuous form sangat efisien untuk dokumen dengan volume tinggi dan format berulang.
Mengapa masih banyak digunakan?
Meskipun printer laser dan inkjet semakin murah, continuous form tetap relevan karena beberapa alasan:
- Efisiensi biaya cetak massal. Harga per lembar jauh lebih rendah untuk volume besar.
- Cetak rangkap sekaligus. Dengan karbon (carbonless), satu kali cetak dapat menghasilkan dua sampai lima salinan.
- Keseragaman format. Setiap lembar identik, cocok untuk dokumen bernomor urut.
- Ketahanan arsip. Kertas HVS yang digunakan tidak mudah pudar dibanding kertas thermal.
Jenis dan ukuran yang umum
Ukuran paling umum di Indonesia adalah 9.5 x 11 inci, 10 x 12 inci, dan F4/Folio. Sementara dari sisi jumlah lapis, tersedia pilihan 1 ply (tanpa karbon) hingga 5 ply. Untuk dokumen transaksi seperti surat jalan, 3 ply adalah pilihan paling praktis karena langsung menghasilkan tiga salinan untuk arsip berbeda.
Cara memilih yang tepat
Tentukan dulu tiga hal berikut: ukuran form yang sudah Anda gunakan, jumlah salinan yang dibutuhkan, dan apakah perlu cetak logo atau nomor urut. Dari ketiga informasi itu, kami dapat menyusun penawaran yang paling sesuai.
> Butuh bantuan menentukan spesifikasi? Kirimkan contoh form Anda kepada tim Emselindo, dan kami akan membantu menghitung kebutuhannya.
Butuh cetakan untuk instansi Anda?
Konsultasikan kebutuhan cetak Anda dengan tim kami.